Kerap di Jadikan Tempat Pesta Miras, Kades Bakar Rumah Warganya

oleh -

mediautama-sulawesi.co.id, Malili — Kepala Desa Baruga, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Roy Mursyam membakar satu unit rumah warga yang tidak dihuni Rabu (12/6/2019).

Mereka membakar rumah tersebut setelah warganya menempati melakukan aksi pesta minuman keras (miras),

Rumah yang dibakar lokasinya di pinggir sungai, Jl Jendral Sudirman, Desa Baruga, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pembakaran dibantu warga, anggota Satpol PP bersama Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), TNI dan anggota BPD Baruga.

Rumah tersebut dibakar buntut dua warga Jl Kelapa, Desa Baruga bernama Baharuddin (44) dan Bactiar (36) tewas usai pesta miras oplosan di tempat itu.

Baharuddin dilaporkan tewas lebih dulu, Kamis (6/6/2019), kemudian menyusul Bactiar. Sebelum tewas, Bactiar dirawat di RSUD I Lagaligo namun nyawanya tak tertolong. Korban dan rekannya pesta miras selama dua hari berturut-turut mulai 3 hingga 4 Juni 2019.

Roy Mursyam mengatakan dengan dibakarnya rumah ini supaya Desa Baruga kedepannya bebas dari miras. Rumah yang dibakar menjadi lokasi pesta miras.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat mari bersatu untuk membasmi miras dan narkoba,” kata Roy di lokasi.

Razia miras juga dilakukan di sejumlah kios yang diduga menjual miras secara bebas kepada warga Baruga. Pemilik kios diperingati agar tidak lagi menjual miras.

Diberitakan, korban tewas usai pesta minuman keras (miras) oplosan di Desa Baruga, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi dua orang.

Korban tewas bernama Baharuddin (44) dan Bactiar (36). Dua korban tewas itu warga Jl Kelapa, Desa Baruga, Kecamatan Malili, Luwu Timur.

Baharuddin dilaporkan tewas lebih dulu, Kamis (6/6/2019), kemudian menyusul Bactiar. Sebelum tewas, Bactiar dirawat di RSUD I Lagaligo namun nyawanya tak tertolong.

“Jadi korban meninggal ada dua orang, Baharuddin dan Bactiar,” kata Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar Andi Malloroang kepada wartawan, Jumat (7/6/2019).

Adapun korban pesta miras oplosan yaitu Baharuddin, Bactiar, Iskandar (28), Ucil, Hendra, Irwan warga Jl Kelapa, Desa Baruga dan satu warga dari Tenggara, Sultra bernama Ramadan.

Hasil interogasi KBO Reskrim IPDA Djemmi Ramos bersama Bripka Arfan Marannu dan Brigpol Suardi Paembonan, korban dan rekannya pesta miras selama dua hari.

Iskandar mengatakan ia dan rekannya menenggak miras merek Topi Roja dicampur minuman energi merek M150 di rumah milik Mama Ima yang sedang kosong di Desa Baruga.

“Jadi korban meninggal dan kritis karena miras oplosan,” kata Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar Andi Malloroang kepada wartawan, Jumat (7/6/2019).

Adapun minuman tersebut dibeli dari Agus Salim atau bapak Abbas warga Jl Rambutan, Desa Baruga, Kecamatan Malili.

Polisi mengamankan barang bukti 26 botol miras merek Topi Roja dan 17 minuman M150.

“Kita juga amankan penjual minuman untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut soal kejadian ini,” tutur Akbar.

Polisi juga sudah memasang garis police line di lokasi para korban menenggak minuman haram tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *